LATAR BELAKANG
Pekerjaaan Tuhan di Tanah Papua telah memasuki 157 Tahun sejak Penginjil Papua Ottow dan Geisler menginjakan kaki di Pulau Mansinam tanggal 5 Februari 1855. Sejak saat itu, momentum-momentum spiritual dari masa ke masa terus melanda kehidupan umat Tuhan di Tanah Papua hingga banyak orang telah mengalami perjumpaan dengan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi.
Walau demikian, Tanah Papua masih banyak menyimpan misteri tentang kehidupan orang-orang kristen yang secara visual sulit untuk dilihat, namun dari kacamata rohani hal itu terlihat secara jelas. Bentuk-bentuk ketidaktaatan dalam persekutuan ibadah, okultisme, kekerasan, minuman keras, seks bebas, narkoba dan lain-lain telah masuk dan merusak banyak kehidupan Kristen. Hal ini tidak dapat disangkal karena pekerjaan Tuhan berjalan seiring dengan recana iblis untuk menghancurkan anak-anak Tuhan. Fakta ini mendorong banyak hamba-hamba Tuhan terus terbeban dengan Papua. Salah satu hamba yang terbeban dengan pekerjaan Tuhan di tanah Papua adalah Rev. Suzette Hattingh.
Rev. Suzette Hatting mengawali pelayanan sebagai hamba Tuhan sebagai seorang suster dan bidan dan menyerahkan hidupnya secara full time dalam kelompok distribusi dan Sekolah Korespondensi Alkitab bernama “All Africa School Of Theology” di Whitebank Afrika Selatan. Pada tahun 1980-1986, Rev. Suzette Hatting bergabung dengan tim “Crist for All Nations (CfaN=Kristus Bagi Segala Bangsa) dalam bentuk kotbah dan mengajar kaum wanita dalam KKR. Pada tahun 1996, Rev. Suzette Hatting pertama kali datang di Indonesia sebagai pendoa syafaat Rev. Reinhard Bonnke dan terpanggil secara khusus untuk melayani/memberitakan injil di Indoneisa.
Pada saat ini, Rev. Suzette Hatting bersama-sama dengan Yayasan KAUMI Indonesia membuka pelayanan Voice in The City Indonesia dengan fokus kegiatan pada :
- Mobilisasi/menggerakkan Tubuh Kristus untuk masuk dalam dimensi Roh yang baru
- Memenangkan yang terhilang dengan cara menginspirasi Tubuh Kristus untuk terjun melayani kota dan komunikasi lokal bagi follow up jiwa baru.
- Melatih tim-tim untuk melakukan penginjilan praktis dengan memberi contoh serta keterlibatan dalam setiap kegiatan rohani.
- Melatih Umat Tuhan dan para Hamba Tuhan untuk menjadi Pendoa Syafaat yang kuat bagi keluarga, jemaat, pelayanan bangsa dan negaranya.
- Mendirikan untuk pelayanan kehidupan wanita-wanita yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga, trauma dan penganiayaan.
Rev. Suzette Hattingh adalah salah satu penginjil yang paling berpengaruh di dunia saat ini. Bukan merupakan sebuah rahasia bahwa Rev. Suzette Hattingh sangat mengasihi Indonesia dan percaya bahwa inilah saatnya Indonesia memasuki dimensi baru kebangkitan spiritual. Setelah melakukan pelayanan di Indonesia selama 16 tahun, Rev. Suzette Hattingh memutuskan untuk mendedikasikan waktu pelayanan yang lebih banyak di Papua. Tuhan telah memberikan rasa kasih yang besar pada hati beliau terhadap Papua dan ketika beliau membicarakan Papua, mata dan wajahnya bersinar-sinar bahagia. Hamba Tuhan Rev. Suzette Hattingh telah melakukan pelayanan KKR dibeberapa kota di Tanah Papua bahkan juga termasuk di daerah pedalamannya. Pada tahun 2011 ini pelayanan beliau di Tanah Papua antara lain : Jayapura, Timika (termasuk pedalaman Kwamki Lama), Manokwari (termasuk Distrik Minyambouw) dan Sorong. Setelah melakukan pelayanan di Tanah Papua Hamba Tuhan Rev. Suzette Hattingh mendapat petunjuk Tuhan untuk melakukan Sekolah Doa di Tanah Papua. Menurutnya bahwa Papua dapat dipulihkan dalam segala aspek kehidupan salah satunya dengan jalan DOA. Oleh karena itu Rev. Suzette Hattingh terbeban untuk mengadakan SEKOLAH DOA PAPUA Tahun 2012.
TUJUAN
- Mendorong dan memotivasi Umat Tuhan dari berbagai denominasi gereja di seluruh Tanah Papua umumnya dan Manokwari khususnya untuk mau dan dapat berdoa serta berpuasa agar terjadi pemulihan bagi Tanah Papua;
- Umat Tuhan mengerti dan mendapatkan pengajaran Firman Tuhan khususnya memperkaya pemahaman bagaimana cara berdoa yang efektif berdasarkan Firman Tuhan;
- Membangun karakter para pria dan wanita untuk menjadi pendoa dan terbeban untuk mendoakan pemulihan Tanah Papua;
BENTUK ACARA & PESERTA
Berdasarkan tujuan pelaksanaan kegiatan, maka bentuk kegiatan / acara yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut :
- Sekolah Doa Papua 2012 ini dilaksanakan dalam bentuk Pengajaran Teori (Lisan dan Tertulis) dan disertai Praktek.
- Untuk Peserta ditargetkan maximal 1.500 (Seribu lima ratus) peserta terdiri dari :
- Peserta dari Kabupaten Manokwari dan sekitarnya
- Peserta dari berbagai kota di Provinsi Papua Barat plus bebrapa kota di Papua
- Peserta Utusan dari Luar Tanah Papua ( Indonesia lainnya ) ;
- Peserta/Peninjau dari beberapa Negara.
WAKTU PELAKSANAAN
Waktu Pelaksanaan Sekolah Doa Papua 2012 akan dilaksanakan pada :
Tanggal : 29 Mei – 02 Juni 2012
Waktu : 08.00 WIT - 15.00 WIT (Setiap hari)
Bertempat di : Aula UNIPA Amban
Jl. Raya Amban – Manokwari – Papua Barat
BENTUK ACARA & PESERTA
Pembiayaan dalam kegiatan Sekolah Doa Papua 2012 ini adalah bersumber dari :
- Voice In The City (VIC) Indonesia.
- Persembahan Kasih / Janji Iman.
- Usaha Dana Panitia.
- Sumbangan lain yang tidak mengikat.
